PENGENDALIAN PRODUKSI

By:
Categories: Pendidikan
No Comments

Table of Contents

PENGENDALIAN PRODUKSI

PENGENDALIAN PRODUKSI

Setelah proses produksi berjalan, kadangkala terjadi penyimpangan atau hal-hal yang kurang sesuai dengan maksud perencanaan produksi. Maka untuk mengatasi hal-hal itu harus dilaksanakan pengendalian produksi atau pengawasan produksi.
Tahap-tahap dalam pengendalian produksi :
a. Planning
Yaitu untuk menentukan produk apa dan berapa banyak akan diproduksikan dan disini juga direncanakan seluruh kegiatan produksi mulai saat masuknya bahan-bahan mentah sampai produk selesai dibuat. Misalnya penentuan bahan mentah, tenaga kerja dan peralatan.
b. Routing
Diartikan sebagai pedoman pelaksanaan proses produksi, yaitu merupakan urutan-urutan penyelesaian pekerjaan dari bahan mentah sampai produk selesai. Jadi untuk produk yang berbeda, akan mempunyai routing yang berbeda pula. Sedangkan tujuan routing, adalah untuk memperkecil adanya kesalahan dalam proses produksi.
c. Scheduling
Yakni penentuan kapan suatu pekerjaan harus dimulai dan kapan harus selesai. Di sini setiap jadwal kerja diberi tanggal, bulan serta lamanya waktu yang disediakan. Mungkin bisa dilengkapi dengan keterangan berapa jam/menit.
d. Dispatching
Merupakan perintah untuk mulai bekerja kepada para pekerja. Disini pekerja sudah diberi perintah dari Dispatcher (pemberi perintah) sesuai dengan routing dan scheduling yang telah ditentukan.
e. Follow Up
Merupakan tindak lanjut dalam urutan proses produksi untuk menjaga agar routing, scheduling dan dispatching sesuai dengan rencana serta untuk menghindari kegagalan proses produksi.
Dalam pengendalian produksi, kegiatan-kegiatan produksi yang dilakukan dibandingkan dengan apa yang telah direncanakan, sehingga dapat dilakukan koordinasi agar kualitas dan waktu dapat tepat seperti yang telah digariskan.
Dengan pengendalian produksi diperoleh keuntungan-keuntungan :
a. Membantu tercapainya operasi produksi secara efisien dari perusahaan. Sebab pengawasan ini akan memberikan informasi kepada manajemen untuk keperluan perencanaan serta jadwal bekerja.
b. Lebih menyederhanakan prosedur pekerjaan.
c. Mempertinggi moral pekerja karena mereka bekerja secara jelas dengan disertai pengendalian.
Beberapa macam pengendalian proses produksi :

Sumber : https://intergalactictravelbureau.com/