METRIK UNTUK MODEL DESAIN

By:
Categories: Pendidikan
No Comments

Table of Contents

METRIK UNTUK MODEL DESAIN

METRIK UNTUK MODEL DESAIN

Arsitektur Client Server mendominasi sistem komputer kebanyakan hari ini .Semua , dari ATM sampai internet ada karena software yang berada di satu komputer – client , meminta servis atau data dari komputer lainnya – server . Arsitektur Client/Server , menggabungkan prinsip konvensional , konsep dan metode dari Object-Oriented dan Component based Software engineering .

Kenapa Client/Server Software Engineering begitu penting ? Dampak dari sistem client/server (c/s) pada pemerintahan , bisnis , komersial , dan lingkunan sains sangat terasa . Dan perkembangan teknologi Software Engineering ( Component based – Software development , object request broker , java ,dsb) merubah jalan untuk mengembangkan sistem c/s . Proses Software Engineering yang solid harus diaplikasikan terhadap konstruksi sistem c/s .

Langkah – langkah yang harus diambil untuk mengembangkan sistem c/s mirip dengan langkah – langkah yang diterapkan pada Object Oriented dan Component-Based software engineering . Model Proses nya evolusioner , dimulai dengan pemilihan requirement . Fungsionalitas di alokasikan ke subsistem dari komponen yang nantinya akan diterapakan baik ke client ataupun ke server dari arsitektur c/s
Struktur dari Sistem Client/Server

Di dalam sturktur Client/Server , komputer yang berada di atas komputer lainnya itu disebut server ,dan komputer – komputer yang berada di bawah komputer server di sebut client .


Struktur yang digambarkan pada gambar di atas tidaklah paten , dapat dirubah – rubah sesuai dengan kebutuhan , asalkan masih tetap dalam konteks arsitektur yang digambarkan di atas
Komponen Software untuk sistem c/s

Arsitektur Client/Server tidak mengimplementasikan suatu software sebagai suatu aplikasi monolitik yang hanya diterapkan pada satu mesin , sehingga arsitektur c/s membutuhkan lebih dari satu mesin untuk diterapkan . Arsitektur c/s juga memiliki beberapa subsistem yang berbeda yang dapat dialokasikan ke client , ke server ataupun ke kedua mesin :
User Interaction / Presentation Subsistem .
Subsistem ini mengimplemetasikan semua fungsi yang tergabung dalam Graphical User Interface , Gunanya untuk berinteraksi dengan user dan terletak di client .
Application subsystem
Subsistem ini mengimplementasikan requirement yang didefiniskan aplikasi dengan konteks dari domain dimana aplikasi tersebut beroperasi . Contohnya , aplikasi bisnis bisnis memproduksi berbagai macam laporan cetak yang berdasarkan input numeric , kalkulasi , informsai database dan sumber – sumber yang lainnya . Contoh lain adalah Sebuah aplikasi groupware dapat menyediakan fasilitas bulletin board atau e-mail . dimana pada kedua kasus , software aplikasi dapat dipartisi menjadi komponen yang berada baik di server ataupun di client .
Database Management Subsistem
Subsistem ini melakukan pemanipulasian data dan manajemen yang harus di lakukan oleh sebuah aplikasi . Manipulasi data dan manajemen mungkin semudah pencatatan sebuah baris , dan mungkin dapat sekompleks memproses transaksi SQL yang rumit .
Distribusi dari Komponen Software
Setelah requirement dari aplikasi c/s ditentukan , maka Perancang Software harus menentukan bagaimana pendistribusian komponen software yang dibutuhkan oleh client dan server secara tepat .
Saat semua fungsi dari ketiga subsistem di atas dibebankan kepada server ,maka sebuah fat server design terbentuk . sebaliknya , jika client mengimplementasikan banyak dari user interaction / presentation , application , dan database komponen , maka sebuah fat client terbentuk .
Fat Client biasa nya dapat ditemukan saat arsitektur file server dan database server diterapkan . Pada kasus ini , server menyediakan manajemen data , tetapi aplikasi lainnnya dan GUI terletak pada client .
Fat Server biasanya ditemukan pada desain sebuah sistem transaksi dan groupware . Server menyediakan dukungan aplikasi yang diperlukan untuk melakukan transaksi dan komunikasi dilakukan dari client . Software di client hanya fokus kepada GUI dan manajemen komunikasi .
Distributed Presentation . Pada pendekatan client/server , logika database dan logika aplikasi berada pada server , biasanya sebuah mainframe . Server juga berisi aplikasi untuk menyiapkan tampilan informasi . Contohnya adalah Virtual Class , Semua aplikasi baik database , tampilan ataupun logika aplikasi terletak di server , client hanya membutuhkan sebuah browser untuk menampilkan GUI yang disediakan oleh server .
Remote Presentation . Adalah sebuah extensi dari pendekatan distributed presentation , primary database dan logika aplikasi terletak di server , dan data akan dikirimkan ke client untuk ditampilkan menggunkan GUI yang berada di client .
Distributed Logic . Client memiliki semua fungsi user presentation dan sebuah fungsi yang berkaitan dengan data entry . Seperti field-level validation , server query formula (SQL) , dan server update information . Server hanya menjalankan pekerjaan dan proses yang diberikan oleh client query , Server file updates , client version control , dan aplikasi yang berkaitan tentang itu .
Remote data management . Aplikasi yang berada di server membuat sebuah data sourcedengan format data yang telah di extrak dari tempat lain (contohnya dari corporate level source) . Aplikasi di alokasikan di client digunakan untuk mengevaluasi data yang telah di format oleh server . Decission support system termasuk ke dalam kategori ini .
Pedoman untuk Mendistribusikan Subsistem dari Aplikasi
Presentation / Interaction subsitem terletak di client . Ketersediaan PC , lingkungan windows dan kekuatan kopmuter dibutuhkan oleh gui untuk membuat pendekatan ini efektif dalam hal biaya .
Jika database di share oleh beberapa user yang terhubung dengan LAN , maka database ditaruh di server . DBMS dan kemampuan akses database juga ditaruh di server bersamaan dengan fisik database
Data statis yang digunakan sebagai referensi terletak di client . Peletakan data dekat dengan user meminimalisir trafik jaringan yang tidak perlu.
Analisis Pemodelan
Kebutuhan aktifitas pemodelan untuk sistem c/s sedikit berbeda dari metode pemodelan yang diaplikasikan ke arsitektur komputer konvensional .Oleh karena itu prinsip dasar analaisis dan metodologi pemodelan dapat diterapkan di software c/s . Dengan catatan , bahwa kebanyakan sistem c/s yang modern menggunakan komponen yang reusable .
Karena analisis pemodelan menghindari spesifikasi dari detail implementasi , maka isu – isu yang berkaitan dengan alokasi komponen ke klien dan server hanya berupa desain .
Desain arsitektur untuk sistem client/server
Desain arsitektur dari c/s seringkali dinyatakan sebagai communicating processes style :
Tujuannya adalah untuk mencapai qualitas kestabilan . Sebuah server ada untuk melayani satu atau lebih client untuk kebutuhan penyediaan data . Yang mana terletak di jaringan . Client mengorganisasi panggilan ke server , yang bekerja secara asynchronous ataupun synchronous . Jika server bekerja secara synchronous , maka akan ia akan mengembalikan control ke client bersamaan dengan dengan pengembailan data . Jika server bekerja secara asynchronously , maka hanya akan mengembalikan data (Tanpa kontrol ) ke Client .
Pendekatan Desain Konvensional untuk software Aplikasi
Di sistem c/s , DFD dapat digunakan untuk membangun system scope , mengidentifikasi fungsi high-level , menentukan area data , membolehkan dekomposisi dari high-level function . tetapi , biarbagaimanapun dekomposisi hanya berhenti pada proses bisnis awal , dan tidak berlanjut sampe ke level proses yang lebih kecil .

Baca Juga  :