METRIK UNTUK MODEL ANALISIS

By:
Categories: Pendidikan
No Comments

Table of Contents

METRIK UNTUK MODEL ANALISIS

METRIK UNTUK MODEL ANALISIS

Metrik desain untuk perangkat lunak computer, seperti metric perangkat lunak yagn lain, tidaklah sempurna. Perdebatan terus berlanjut mengenai kehandalan metric dan bagaiman metric seharusnya diaplikasikan. Banyak pakar memperdebatkan bahwa diperlukan eksperimen lebih lanjut sebelum pengukuran desain dapat dilakukan.

1. Metrik desain Tingkat Tinggi

Metrik ini berfokus pada karakteristik arsietktur program dengan tekanan pada struktur arsitektur serta keefektifan modul. Metrik-metrik tersebut adalah black – box dalam hal bahwa mereka tidak membutuhkan pengetahuanapapun mengenai kerja inti suatu modul tertentu dengan system.

2. Metrik desain Tingkat Komponen

Metrik desain tingkat komponen berfokus pada kerakteristik internal dari komponen perangkat lunak dan mencakup pengukuran kohesi, perangkaian, dan kompleksitas modul.
Metrik yang direpresentasikan pada bagian ini adalah glass-box dalam hal bahwa metric membutuhkan pengetahuan kerja inti dari modul yagn dipertimbangkan. Metrik desain tingakt komponen dapat diaplikasikan begtu desain procedural dikembangkan. Secara alternatif metric dapat ditunda sampai kode sumber data diperoleh.

Matrik Kohesi
Sekumpulan metric yagn dapat memberikan indikasi mengenai tingakt kohesi sebuah modul.
Metrik ini dapat didefinisikan dalam lima konsep pengukuran:
– Data Silce : adalah perjalanan balik melalui suatu modul yang mencari niali-nilai data yang mempengaruhi lokasi modul dimana perjalanan itu dimulai. Baik program slice (yagn berfokus pada statemen dan kondisi) maupun data slice dapat ditentukan.
– Data Tokens : Variabelyagn ditentukanuntuk sebuah modul dapat ditentukan sebagai data tokens untuk modul itu
– Glue Tokens : Himpunan data token yagn berada pada satu data slice atau lebih
– Superglue Tokens : Data token yang umum bagi setiap data slice pada sebuah modul
– Stickiness : Kelengketan relative dari suatu glue token berbanding lurus dengan sejumlah data slice yagn mengikatnya

Matrik Kompleksitas
Berbagai metric perangakt lunak dapat dihitung untuk mentukan kompleksitas aliran control program. Beberapa dari mereka didasarkan pada representasi yang disebut grafik alir. Graik adalah representasi yagn terdiri dari garis (link, edge) dan simpul. Bila edge ini diarahkan maka gerfik ini menjadi grafik terarah.

3. Metrik Desai Interface

Dalam metric ini kesesuaian layout sebagai metric desain yang signifikan untuk interface manusia mesin. GUI tipical menggunakan entitas layout, grafik, ikon, teks, menu, window dan sebagainya untuk membantu pemakai menyelesaian tugas – tugas. Pemakai harus bergeak dari entitas layout satu ke entitas layout selanjutnya. Posisi relative dan absolut adri masing – masing entitas layout , frekuensi dimana dia digunakan, dan biaya transisi dari entitas layout satu ke entitas layout selanjutnya, kesemuanay akn memberikan kontribusi pada kesesuaian interface.

Sumber : https://sam-worthington.net/