Kebijakan Fiscal Instrument Serta Penjelasannya

By:
Categories: Pendidikan
No Comments

Kebijakan Fiscal Instrument Serta Penjelasannya

Pasal yang terkait dengan perdangangan

Ekonomi makro

Ekonomi makro adalah studi tentang ekonomi secara keseluruhan yang menjelaskan tentang perubahan ekonomi yang mempengaruhi banyak rumah tangga (household) dan perusahaan serta pasar. Hubungan kausal yang dipelajari dalam ekonomi makro adalah meliputi beberapa variable ekonomi agregatif seperti : tingkat pendapatan nasional, tingkat kesempatan kerja, jumlah uang yang beredar, tingkat suku bunga, tingkat harga atau inflasi, pengangguran, neraca pembayaran nasional, dan hutang pemerintah serta stok kapital nasional. Selain itu, ekonomi makro mampu digunakan untuk menganalisis cara terbaik dalam mempengaruhi target – target kebijaksanaan pemerintah seperti pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga atau laju inflasi, tenaga kerja dan pencapaian keseimbangan neraca pembayaran yang berkesinambungan.

Menurut Gregory Mankiw (2007)

variable yang paling penting dalam ekonomi makro adalah Gross Domestic Product (GDP). Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP) mengukur keseluruhan produksi barang dan jasa beserta pendapatannya yang dihasilkan oleh suatu Negara dalam suatu wilayah negara tertentu pada kurun waktu tertentu yang biasanya satu tahun. GDP yang besar tidak menjamin kebahagiaan seluruh warga Negara atau penduduk suatu Negara, tetapi mungkin hanya sebagai salah satu resep kebahagiaan terbaik yang dapat disajikan oleh para ahli makro ekonomi, karena GDP adalah bukan satu – satunya ukuran kesejahteraan yang terbaik.
Tolak ukur ekonomi makro yang lain selain GDP yang sering digunakan utuk mengukur keberhasilan sebuah perekonomian suatu Negara adalah pendapatan nasional, produk nasional, tingkat kesempatan kerja, tingkat harga, posisi neraca pembayaran luar negeri atau devisa Negara. Namun, dari berbagai tolak ukur tersebut yang sering menjadi pusat perhatian dalam ekonomi makro adalah pendapatan nasional (national income) yang dalam arti tertentu disebutkan sama artinya dengan produk nasional (national product) atau sering disebut juga dengan produk domestic (domestic product).
Dalam ekonomi makro pelaku kegiatan ekonomi bukan hanya terdiri atas rumah tangga konsumen dan rumah tangga produsen, akan tetapi juga melibatkan pemerintah dengan kebijakannya yang diharapkan mampu meningkatkan pendapatan nasional (national income), lembaga keuangan, dan negara – negara lain yang mampu menjadi pelaku ekspor impor barang dan jasa dari sebuah negara, mampu menyediakan kerjasama dalam pemenutuhan kebutuhan barang dan jasa sebuah negara, serta mampu memberikan pinjaman kredit bagi suatu negara yang membutuhkan.
Sebagai salah satu lembaga keuangan, bank sentral memiliki peran penting dalam perekonomian negara yaitu bank sentral harus mampu menstabilkan nilai rupiah dengan tugas menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem. Dalam makalah ini, saya akan membahas tentang bagaiamana kinerja bank sentral yang memiliki kedududkan independen sesuai UU No. 23 Tahun 1999.
Menurut Pierson, seorang ahli ekonomi dari Belanda, bank adalah badan atau lembaga yang menerima kredit. Bank menerima simpanan dari masyarakat dalam bentuk giro, deposito berjangka dan tabungan. Simpanan dari masyarakat tesebut kemudian dikelola dengan cara menyalurkannya dalam bentuk investasi dan kredit kepada badan usaha swasta atau pemerintah. Dari kegiatan tersebut, bank memperoleh keuntngan berupa dividen atau pendapatan bunga yang dapat digunakan untuk membayar biaya operasional dan mengembangkan usaha.

Dalam bukunya Bank Politik

Prof GM. Verrijin Stuart mendefinisikan bank sebagai suatu badan usaha yang bertujaun memuaskan kebutuhan kredit, baik dengan alat-alat pembayaran sendri atau dengan uang yang diperolehnya dari orang lain, maupun dengan jalan mengedarkan alat-alat penukaran baru berupa uang giral
Somary menyatakan bahwa bank adalah badan usaha yang aktif memberikan kredit kepada nasabah, untuk jangka pendek, menengah, atau jangka panjang. Bank pemerintah memperoleh dana dari angaran belanja negara yang disisihkan, sendangkan bank swasta memperoleh modal dri saham. Apabila modal saham tidak mencukupi, maka bank dapat melakukan pengumpulan dana melalui :
a. kredit likuiditas dari bank sentral
b. pinjaman dari bank-bank dalam dan luar negeri
c. penerbitan saham baru, obligasi, dan setifikat bank.
Keuntungan yang diperoleh bank berasal dari selisih antara bunga kredit yang diterima dan yang dikeluarkan.
RG. Howtery dalam bukunya Currency on Credit, menyatakan bahwa uang di tangan masyarakat berfungsi sebagai alat penukar (medium exchange) dan sebagai alat pengukur nilai (standard on value). Masyarakat memperoleh alat penukar (uang) berdasarkan kredit yang diperoleh dari badan perantara utang dan piutang, yaitu bank. Dari pendapat ini, dapat disimpulkan suatu definisi bank, yaitu badan perantara kredit.
Dalam bukunya Ensklopedi Ekonomi Keuangan dan Perdagangan A. Abdurrachman merumuskan definisi bank sebagai suatu lembaga keuangan yang melaksanakan berbagai macam jasa, seperti memberikan pinjaman, mengedarkan mata uang, bertindak sebagai tempat penyimpanan benda-benda berharga, membiayai usaha perusahaan, dan lain-lain. Menurutnya bank adalah suatu usaha perdagangan yang menjual jasa penyimpanan uang dan pemberian kredit dengan tujuan mencari keuntungan yang wajar dari bermoral.
UU No.14 tahun 1967 mengatur tentang pokok-pokok perbankan. Dalam memberikan kredit didefinisikan sebagai lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran dan pengedaran uang. Pemberian kredit dapat dilakukan dengan modal sendiri. Denga dana yang dipercayakan oleh pihak ketiga, atau dengan mengedarkan alat-alat pembayaran berupa uang giral.
UU No.7 tahun 1992 pasal 1 ayat 1 yang mengatur tentang perbankan memberikan definisi tentang bank sebagai badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Definisi ini menjelaskan bahwa dalam menjalankan usahanya bank tidak hany mencari keuntungan semata, tetapi juga berfungsi sebagai sarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pemerataan pendapatan.(anonima)
Bank Sentral adalah suatu institusi yang bertanggung jawab untuk menjaga stabilitas harga yang dalam hal ini dikenal dengan istilah inflasi. Bank Sentral menjaga agar tingkat inflasi terkendali, dengan mengontrol keseimbangan jumlah uang dan barang. Apabila jumlah uang yang beredar terlalu banyak maka Bank Sentral dengan menggunakan instrumen antara lain namun tidak terbatas pada base money, suku bunga, giro wajib minimum mencoba menyesuaikan jumlah uang beredar sehingga tidak berlebihan dan cukup untuk menggerakkan roda perekonomian.(anonimb)
Dalam kapasitasnya sebagai bank sentral, Bank Indonesia mempunyai satu tujuan tunggal, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai rupiah ini mengandung dua aspek, yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa, serta kestabilan terhadap mata uang negara lain. Aspek pertama tercermin pada perkembangan laju inflasi, sementara aspek kedua tercermin pada perkembangan nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara lain. Perumusan tujuan tunggal ini dimaksudkan untuk memperjelas sasaran yang harus dicapai Bank Indonesia serta batas-batas tanggung jawabnya. Dengan demikian, tercapai atau tidaknya tujuan Bank Indonesia ini kelak akan dapat diukur dengan mudah. Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Indonesia didukung oleh tiga pilar yang merupakan tiga bidang tugasnya. Ketiga bidang tugas tersebut adalah menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, mengatur dan mengawasi bank yang perlu diintegrasi agar tujuan mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah dapat dicapai secara efektif dan efisien.(anonimc).