Guru Dipenjara Cubit Siswa, IGI DIY: Hindari Kekerasan

By:
Categories: Pendidikan
No Comments

Guru Dipenjara Cubit Siswa, IGI DIY: Hindari Kekerasan

Guru Dipenjara Cubit Siswa, IGI DIY Hindari Kekerasan

Belakangan ini muncul beberapa kasus guru dipenjara akibat masalah sepele, seperti di Jakarta seorang guru SD Antonia Matraman dilaporkan ke Polsek Jakarta Timur akibat mencubit siswanya. Menanggapi hal tersebut, Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sugeng Andono menghimbau para guru untuk menghindari kekerasan dalam mendidik siswa.

Sugeng menilai, seorang guru seharusnya memahami psikologi

perkembangan. Dengan begitu, seorang guru dapat berhati-hati ketika menghadapi siswanya.

Sugeng juga tidak setuju dengan tindakan kekerasan yang dilakukan guru dengan dalih mendisiplinkan siswa. “Mendisiplinkan anak tidak harus dengan kekerasan. Tegas tidak sama dengan keras, disiplin tidak sama dengan menyakiti,” katanya.

Sebaliknya, Sugeng lebih mendukung upaya guru mendidik siswa

dengan cara halus. Ia mencontohkan, guru harus mengubah cara pandang terhadap siswa, tidak ada siswa nakal, yang ada adalah anak kreatif dengan rasa ingin tahu yang besar. Sehingga, hukuman yang menyakiti siswa seperti mencubit sebaiknya dihindari.

Baca Juga: Empat Kisah Guru Dipenjara karena Kasus Sepele

Seorang guru, lanjut Sugeng, harus hati-hati dalam mengambil tindakan

yang pada akhirnya akan berurusan dengan hukum. Jika guru sudah melakukan tindakan yang benar tapi dipidanakan karena kesalahan sepele, IGI siap mengadvokasi.

“Apabila yang dilakukan sudah sesuai prosedur, kok masih mendapat ketidakadilan juga, maka sudah menjadi tugas kita untuk membantu guru tersebut, kalau di IGI melalui bidang advokasi,” ujar Sugeng. (Andi)

 

Sumber :

https://appliedanimalbehaviour.com/