Beberapa macam pengendalian proses produksi

By:
Categories: Pendidikan
No Comments

Beberapa macam pengendalian proses produksi

Beberapa macam pengendalian proses produksi

a. Pengendalian Order (Order Control)
1) Pengendalian produksi disini menjaga agar produk yang dibuat sesuai dengan pesanan/order yang telah masuk. Jika terjadi ketidaksesuaian antara hasil produk jadi dengan jenis pesanannya, maka harus cepat diadakan penyesuaian dan perbaikan agar tidak mengecewakan para konsumen.
2) Pengendalian order harus dapat memperkecil adanya penyimpangan-penyimpangan dalam pembuatan produk. Oleh karena itu, setiap order yang masuk harus segera dibuat Routing, scheduling, dispatching sendiri-sendiri.
3) Jenis pengendalian ini sesuai untuk jenis proses produksi terputus-putus atau intermittent process.
b. Pengendalian Arus (Flow Control)
1) Titik berat pengendalian ini adalah arus proses produksi itu sendiri. Kelancaran proses produksi sangat diperhatikan. Hal ini harus didukung adanya tingkat produksi masing-masing bagian yang relative stabil.
2) Routing disini lebih banyak ditentukan oleh alat-alat produksi yang dipakai yang biasanya sudah merupakan satu unit peralatan.
3) Persiapan sebelum proses produksi dimulai, memegang peranan penting, sebab jika salah satu mesinnya macet, proses selanjutnya akan dapat terganggu.
4) Pengendalian ini digunakan untuk tipe proses terus menerus atau continuous process.
c. Pengendalian Beban (Load Control)
1) Jenis pengendalian ini lebih menitik-beratkan pada beban yang harus dilaksanakan masing-masing bagian dalam perusahaan, terutama pada bagian yang mempunyai kegiatan yang paling padat.
2) Perencanaan produksi dan routing disusun apabila ada pesanan yang datang. Scheduling dapat disusun sesudah routing siap.
3) Masalah penting yang perlu diperhatikan :
a) Apabila ada proses yang sama dalam bagian yang sama untuk beberapa jenis produk. Disini perlu diusahakan pengalokasian waktu serta kapasitas, agar semua proses berjalan lancer dalam waktu yang tepat.
b) Agar diadakan pemisahan bahan untuk masing-masing produk dalam kelompok bahan yang sama, sehingga memudahkan perhitungan atas komponen tersebut ke dalam produk akhir. Disini bias diadakan identifikasi dengan member tanda pada masing-masing produk.
d. Pengendalian Blok (Block Control)
1) Tipe pengendalian ini, mengelompokkan jenis pesanan yang masuk pada jenis yang mempunyai penyelesaian proses produksi yang sama atau hamper sama.
2) Pesanan tersebut didaftar dalam satu blok, sehingga blok disini merupakan kumpulan pesanan dimana proses produksi dari masing-masing produk adalah sama atau hampir sama.
3) Tujuan pengendalian blok ini adalah agar tercapai stabilitas tingkat produksi pada masing-masing bagian. Oleh karena itu routing dari blok yang satu dengan blok yang lain mungkin tidak sama.
4) Setiap bagian yang telah menyelesaikan satu blok akan dilaporkan oleh pengawas atau mandor ke bagian pengendalian proses produksi. Dari blok itu pekerjaan akan diteruskan ke blok yang lain untuk diproses lebih lanjut.
e. Pengendalian Proyek Khusus (Special Project Control)
1) Pengendalian ini sebetulnya merupakan salah satu bentuk khusus dari pengendalian pesanan (Order Control).
2) Pengendalian diri ini biasanya dilakukan pada proyek-proyek besar, misalnya pembuatan jalan, reactor atom, peluncuran roket dan lain-lain.
3) Pengendalian disini harus cermat sekali. Suatu kesalahan kecil saja dapat berakibat fatal. Oleh karenanya, pekerjaan dilaksanakan dengan cara membagi ke dalam sub-sub bagian pekerjaan. Perlu mendapat perhatian adanya koordinasi antar sub-sub bagian didalam menyelesaikan pekerjaan.
4) Routing, scheduling dan dispatching harus teliti dan cermat untuk dikoordinasikan dengan perencanaan produksi.
f. Pengendalian Kekecualian (Control By Exception)
1) System pengendalian ini beranggapan bahwa, pada umunya proses produksi selalu berjalan dalam keadaan yang sama dari waktu ke waktu, sehingga tidak perlu diadakan pengendalian yang ketat dan kontinyu setiap saat. Pengendalian dilakukan hanya pada saat diperlukan, yaitu pada saat terjadi kekecualian dalam proses produksi.
2) Kebaikan sistem ini ialah biayanya rendah. Tetapi juga mempunyai keburukan yakni, tidak cocok untuk usaha pencegahan atau preeventif.
3) Tipe pengendalian ini hanya cocok untuk jenis pekerjaan yang relative tetap dari waktu ke waktu.
Misalnya :
Suatu pabrik telah menggunakan mesin otomatis. Kemacetan dalam proses produksi atau ketidak beresan akan ditandai dengan sinyal/isyarat antara lain berupa, sirine, lampu isyarat atau berupa angka/skala yang menurun.

Sumber : https://ekonomija.org/